Praktikum Kewirausahaan merupakan bagian tak terpisahkan dari mata kuliah Kewirausahaan. Praktikum ini diampu oleh 5 dosen:
1. Waskitho, S.Farm., Apt.
2. Esti Anumingrum, S.Farm., Apt.
3. Topiq Cqolik, S.Farm., Apt.
4. Arina Manasikana, S.Farm., Apt.
5. Dwi Haryani, S.Farm., Apt.
Dalam praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan teori-teori yang didapat dalam perkuliahan, dari mulai membuat produknya, membuat analisis usaha atas produk tersebut, hingga memasarkannya.
Materi perpraktikuman antara lain mencakup:
P1 – Membuat produk obat tradisional dan instan
P2 – Membuat produk kosmetik (lulur mandi dan cleansing milk)
P3 – Membuat produk makanan (yoghurt)
P4 – Marketing / memasarkan produk
diakhir praktikum, akan diadakan responsi berupa presentasi proposal usaha sebuah produk yang lengkap dengan analisis SWOT.
Sebelum acara praktikum dimulai, diadakan asistensi, yakni penjelasan mengenai teknis perpraktikuman. silahkan download slide asistensi disini
Praktikum berlangsung selama 3 jam, disini praktikan dibekali kemampuan membuat produk-produk yang layak dijual, dengan metode yang sederhana sehingga mudah untuk diterapkan. produk yang tekah dibuat selanjutnya dikemas dalam kemasan yang sudah sebelumnya dipersiapkan oleh masing-masing mahasiswa (tiap kelompok). dalam pembuatan kemasan, praktikan harus memperhatikan unsur-unsur yang harus terdapat dalam kemasan suatu produk sebagimana halnya kemasan obat tradisional yang sudah mendapat ijin, harus memperhatikan Permenkes No. 246 Tentang Ijin dan pendaftaran Obat Tradisional, selain itu dalam kemasan obat tradisional (jamu) harus mencantumkan logo jamu sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Badan POM
Laporan praktikum dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
Beberapa literatur yang dapat dijadikan acuan belajar diantaranya adalah tentang Cara Produksi Obat Tradisional Yang Baik dan Lampirannya, Cara Produksi Pangan yang Baik, serta Cara Produksi Kosmetik yang Baik. Mahasiswa juga diharapkan mengenal bahan-bahan yang akan dijadikan produk obat tradisional, contohnya kriteria rimpang jahe harus memenuhi standard sesuai dalam Standard Nasional Indonesia



May 20, 2009 at 9:28 am
Terimakasih